Sabtu, 10 Oktober 2020

MODEL PEMBELAJARAN TERPADU CONNECTED


 

by. Soga Biliyan Jaya, S.Pd

A.    Latar Belakang

 Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial. Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep dapat dikatakan sebagai suatu pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman bermakna kepada anak didikPendekatan pembelajaran terpadu merupakan salah satu implementasi kurikulum yang diaplikasikan pada jenjang pendidikan.[1]

Pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip secara holistik dan otentik.[2]

Pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Dengan adanya permaduan itu diharapkan siswa mampu memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh sehingga pembelajaran menjadi bermakna. Bermakna disini memberikan arti bahwa pada pembelajaran terpadu siswa akan dapat memahami konsep-konsep yang meraka pelajaran melalui pengalaman langsung dan nyata (real) yang menghubungkan antarkonsep dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Jika dibandingkan dalam konsep konvensional, maka pembelajaran terpadu tampak lebih menekankan keterlibatan siswa dalam belajar, sehingga siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran untuk pembuatan keputusan. Setiap siswa memerlukan bekal pengetahuan dan kecakapan agar dapat hidup di masyarakat dan bekal ini diharapkan diperoleh melalui pengalaman belajar di sekolah. Oleh karena itu pengalaman belajar di sekolah sedapat mungkin memberikan bekal siswa dalam mencapai kecakapan untuk berkarya. Kecakapan ini disebut kecakapan hidup yang cakupannya lebih luas dibanding hanya sekedar keterampilan.

Prabowo (2000:3) mengatakan bahwa pembelajaran terpadu sebagai suatu proses mempunyai beberapa ciri yaitu : berpusat pada siswa (student centered), proses pembelajaran mengutamakan pemberian pengalaman langsung, serta pemisahan antar bidang studi tidak terlihat jelas.

Dari beberapa ciri pembelajaran terpadu di atas, menunjukkan bahwa model pembelajaran terpadu adalah sejalan dengan beberapa aliran pendidikan modern yaitu termasuk dalam aliran pendidikan progresivisme. Aliran pendidikan progresivisme memandang pendidikan yang mengutamakan penyelenggaraan pendidikan di sekolah berpusat pada anak (child centered), sebagai reaksi terhadap pelaksanaan pendidikan yang masih berpusat pada guru dan pada bahan ajar. Tujuan utama sekolah adalah untuk meningkatkan kecerdasan yang meliputi kognitif, afektif, dan psikomotor, serta untuk membuat anak lebih efektif dalam memecahkan berbagai problem yang disajikan dalam konteks pengalaman (experience).

Membagi Pembelajaran terpadu menjadi sepuluh model. Kesepuluh model pembelajaran terpadu tersebut adalah : model fragmented, model connected, model nested, model sequenced, model shared, model webbed, model threaded, model integrated, model immersed, dan model networked.[3]

Terkait dengan hal ini, Pemakalah akan membahas pembelajaran terpadu model connected (keterhubungan). Pembelajaran terpadu model connected adalah model pembelajaran yang menghubungkan satu konsep dengan konsep lain, satu topik dengan topik lain, satu keterampilan dengan keterampilan lain, tugas dilakukan pada satu hari dengan tugas yang dilakukan pada hari berikutnya, bahkan ide-ide yang dipelajari pada satu semester dengan ide-ide yang dipelajari pada semester berikutnya dalam satu bidang studi.


A.    Pengertian Pembelajaran Terpadu Model Connected

A.1. Pengertian Pembelajaran Terpadu

Dalam bahasa inggris terpadu memakai kata “Integrated” berarti hasil dari beberapa perpaduan, apapun bentuk yang dipadukan menghasilkan sebuah wajah baru. Misalnya perpaduan warna merah dipadukan dengan warna kuning akan menghasilkan warna orange, warna biru dipadukan dengan warna kuning akan menghasilkan warna hijau, warna merah dipadukan dengan warna biru akan menghasilkan warna ungu. Warna orange, warna hijau dan warna ungu merupakan perpaduan beberapa warna inilah yang disebut dengan integrated.

Pembelajaran terpadu memberikan sebuah pemahaman dari beberapa materi menghasilkan sebuah wajah baru yang disebut tema, istilah tema yang dikembangkan saat ini terutama dalam pendekatan kurikukulam 2013 merupakan perpaduan dari beberapa mata pelajaran. Konsep tema dari perpaduan sebenarnya sudah lama dikembangkan, hanya saja di Indonesia baru dikembangkannya.[4]

Pembelajaran terpadu (integrated learning) tidak menghadirkan berbagai mata pelajaran, tetapi berbagai mata pelajaran dikaitkan dengan topik yang relevan dengan core centre. Dengan suasana tersebut diharapkan anak sejak dini sudah terbiasa terlatih mengaitkan informasi yang satu dengan informasi yang lain, sehingga nantinya dapat menghadapi problem lingkunganny.[5]

Pembelajaran anak usia dini diharapkan dapat membantu mengembangkan seluruh potensi dan kemampuan fisik, intelektual, emosional, moral, dan agama secara optimal dalam lingkungan pendidikan yang kondusif, demokratis, dan kompetitif . Supaya potensi dan kemampuan-kemampuan tersebut dapat berkembang sesuai tingkat perkembangannya perlu penerapan pembelajaran terpadu secara benar, kesalahan penerapan sangat besar pengaruhnya bagi keberhasilan secara optimal.[6]

Dari beberapa definisi diatas mengenai pembelajaran terpadu, kami menyimpulkan bahwa pembelajaran terpadu adalah suatu model pembelajaran yang dalam kegiatan pembelajarannya menggabungkan berbagai materi pelajaran dalam suatu topik tertentu, baik intra studi ataupun antar bidang studi. Dalam suatu kegiatan pembelajaran, siswa dituntut untuk aktif dan menggali pengetahuannya sendiri. Siswa diarahkan untuk memandang sebuah masalah dari sudut pandang yang berbeda, sehingga tercipta jalinan skemata yang membuat pengetahuan yang diperolehnya menjadi bermakna dan otentik.

 

A.2. Pengertian Model Connected

Model connected ini lahir dari adanya gagasan bahwa sebenarnya dalam setipa mata pelajaran berisi konten yang berkaitan antara topik dengan topik, konsep dengan konsep dapat dikaitkan secara eksplisit. Satu mata pelajaran dapat menfokuskan sub-sub yang berkaitan.[7]

Model connected dilandasi oleh anggapan bahwa butir-butir pembelajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Model pembelajaran terpadu tipe connected atau keterhubungan pada prinsipnya mengupayakan adanya keterkaitan antara konsep, keterampilan, topik, ide, kegiatan dalam suatu bidang studi. Model ini tidak melatih siswa untuk melihat suatu fakta dari berbagai sudut pandang, karena dalam model ini keterkaitan materi hanya terbatas pada satu bidang studi saja.

Model ini menghubungkan beberapa materi, atau konsep yang saling berkaitan dalam satu bidang studi. Materi yang terpisah-pisah akan tetapi mempunyai kaitan, dengan sengaja dihubungkan dan dipadukan dalam sebuah topik tertentu.[8]

Model Connected adalah model pembelajaran terpadu yang secara sengaja diusahakan untuk menghubungkan satu konsep dengan konsep yang lain, satu topik dengan topik yang lain, satu keterampilan dengan keteramilan yang lain, tugas yang dilakukan dalam satu hari dengan tugas yang dilakukan pada hari berikutnya,bahkna ide-ideyang dipelajari pada satu semester berikutnya dalam satu bidang studi.[9]

Menurut Tim Pengembang PGSD (1996: 14) menyatakan “model keterhubungan adalah pembelajaran terpadu yang sengaja diusahakan untuk menghubungkan satu konsep dengan yang lain, satu topik dengan topik yang lain…”.[10]

Dari penjelasan diatas, dapat kami tarik garis besar, model connected (keterhubugan) adalah model pembelajaran terpadu yang secara sengaja diusahakan untuk menghubungkan satu konsep dengan konsep lain, satu topik dengan topik lain, satu keterampilan dengan keterampilan lain, tugas-tugas yang dilakukan dalam satu hari dengan tugas-tugas yang dilakukan dihari berikutnya, bahkan ide-ide yang dipelajari dalam satu semester dengan ide-ide yang akan dipelajari pada semester berikutnya di dalam satu mata pelajaran.

 

B.     Kelebihan pembelajaran terpadu model keterhubungan

Kelebihan dari model pembelajaran ini adalah peserta didik memperoleh gambaran secara menyeluruh tentang suatu konsep sehingga transfer pengetahuan akan sangat mudah karena konsep-konsep pokok dikembangkan terus-menerus. Secara umum proses pembelajaran sebagai suatu sistem dipengaruhi oleh tiga faktor masukan, yaitu raw input, instrumen talin put,dan environ mental input. Demikian halnya dengan pembelajaran terpadu connected, maka sistem itu dapat digunakan.[11]

a.       Dengan mengaitkan ide-ide dalam satu mata pelajaran, siswa memiliki keuntungan gambaran yang besar seperti halnya suatu mata pelajaran yang terfokus pada satu aspek.

b.      Konsep-konsep kunci dikembangkan siswa secara terus-menerus sehingga terjadi internalisasi.

c.       Mengaitkan ide-ide dalam suatu mata pelajaran memungkinkan siswa mengkaji, mengkonseptualisasi, memperbaiki, dan mengasimilasi ide secara berangsur-angsur dan memudahkan transfer atau pemindahan ideide tersebut dalam memecahkan masalah.[12]

d.      Dengan adanya hubunngan atau kaitan antara gagasan didalam satu bidang studi, peserta didik mempunyai gambaran yang lebih komprehensif dari beberapa aspek tertentu mereka pelajari secara lebih mendalam.

e.       Mengkaitkan sejumlah sasaran di dalam satu bidang memungkinkan peserta didik untuk mengkonseptualisasikan kembali dan mengasimilasi gagasan secara bertahap.[13]

 

C.    Kelemahan model pembelajaran connected

Disamping mempunyai kelebihan, model terhubung ini juga mempunyai

Kekurangan sebagai berikut:

a.       tidak mendorong guru untuk bekerja secara tim,sehingga isi dari pelajaran tetap saja terfokus tanpa merentangkan konsep-konsep serta ide-ide antar bidang studi,

b.      memadukan ide-ide dalam satu bidang studi, maka usaha untuk mengembangkan keterhubungan antar bidang studi menjadi terabaikan.

c.       model ini belum memberikan gambaran yang menyeluruh karena belum menggabungkan bidang-bidang pengembangan/ matapelajaran lain.

d.      Bagi siswa yang mempunyai kemampuan yang rendah, maka akan sedikit kesulitan dalam mengkaji, mengkonseptualisasi, memperbaiki, serta mengasimilasi ide-ide secara terus menerus.

e.       Dalam mengolah suatu pengetahuan, tidak jarang siswa merasa kesulitan untuk memadukan topik- topik, konsep- konsep, maupun ide- ide dalam satu mata pelajaran, walaupun guru sudah berusaha memadukannya sesuai dengan karakteristik disiplin ilmu.[14]

f.       Berbagai mata pelajaran di dalam model ini tetap terpisah dan nampak tidak terkait, walaupun hubungan dibuat secara eksplisit antara mata pelajaran (interdisiplin).

g.      Guru tidak didorong untuk bekerja secara bersama-sama sehingga isi pelajaran tetap terfokus tanpa merentangkan konsep-konsep dan ide-ide antara mata pelajaran.

h.      Usaha-usaha yang terkonsentrasi untuk mengintregrasikan ide-ide dalam suatu mata pelajaran dapat mengabaikan kesempatan untuk mengembangkan hubungan yang lebih global dengan mata pelajaran lain.[15]

D.    Langkah-Langkah (Sintaks) Model Connected

Pada dasarnya langkah- langkah pembelajaran terpadu model keterhubungan mengikuti tahap- tahap pembelajaran yang sudah biasa, yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Oleh karena itu, sintaks model pembelajaran ini bisa direduksi dari berbagai model pembelajaran. Dengan demikian, sintaks pembelajaran terpadu bersifat fleksibel dan luwes. Karena dalam pembelajaran terpadu, sintaksnya dapat diakomodasi dari berbagai model pembelajaran.

1.            Tahap Perencanaan

a.       Menentukan tujuan pembelajaran umum

b.      Menentukan tujuan pembelajaran khusus

2.            Langkah- langkah yang ditempuh oleh guru

b.      Menyampaikan konsep pendukung yang harus dikuasai siswa (materi prasyarat)

c.       Menyampaikan konsep- konsep yang hendak dikuasai oleh siswa

d.      Menyampaikan keterampilan proses yang dapat dikembangkan

e.       Menyampaikan alat dan bahan yang akan digunakan/ dibutuhkan

f.       Menyampaikan pertanyaan kunci

3.             Tahap Pelaksanaan

a.       Pengelolaan kelas; dengan membagi kelas kedalam beberapa kelompok

b.      Kegiatan proses

c.       Kegiatan pencatatan data

d.      Diskusi secara klasikal

4.             Evaluasi

a.       Evaluasi proses,berupa:

·           Ketetapan hasil pengamatan

·           Ketepatan dalam penyusunan alat dan bahan

·           Ketepatan siswa saat menganalisis data

 

b.      Evaluasi produk:

·           penguasaan siswa terhadap konsep-konsep /materi sesuai dengan tujuan pembelajaran khusus yang telah ditetapkan.

·           Evaluasi psikomotor, kemampuan penguasaan siswa terhadap penggunaan alat ukur


[1] Trianto, Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek, (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007), hlm. 06. 

[2] Puskur Balitbang Depdiknas, Panduan Pengembangan Pembelajaran, (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2006), hlm 01.

 

[3] Fogarty, R. How to Integrate the Curricula, (Pallatine Illionis: IRI/ Skylight Publising Inc.1991), hlm. 61-65.

[4] Trianto, Model Pembelajaran Terpadu. Konsep Strategi dan Implementasinya dalam KTSP, (Jakarta: Bumi Aksara.2014), hlm. 07.

[5] Conny R. Semiawan, Belajar dan Pembelajaran Dalam Taraf Usia Dini, (Jakarta: PT Prehallindo. 2002), hlm. 74.

[6] Balitbang, Kurikulum dan Hasil Belajar Pendidikan Anak Usia Dini, (Jakarta :Depdiknas.2006), hlm. 02.

[7]Novi Resmini Hermawan, dan Andayani,  Pembelajaran Terpadu Di SD, (Jakarta:Universitas Terbuka.2009), hlm. 11

[8] Udin Syaefuddin Sa’ud, Inovasi Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm. 117.

[9] Trianto, Model Pembelajaran terpadu, (Surabaya:Bumi Aksara. 2010), hal. 15

[10] http://eprints.uny.ac.id/7744/3/bab%202%20-%2008108244161.pdf (diakses pada tanggal  01 Mei 2018, jam 00:07 WIB)

[11] Wina Sanjana. Kurikulum dan Pembelajaran, (Bandung: Kencana. 2008), hal. 01

[12] Asep Herry Hernawan, dan Novi Resmini,Konsep Dasar dan Model-model Pembelajaran Terpadu”, http://repository.ut.ac.id/4039/1/PDGK4205-M1.pdf, (diakses pada tanggal 01 Mei 2018, jam 00:27 WIB) 

[13] Departemen Pendidikan Nasional, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional, (Jakarta: Depdiknas. 2008), hlm. 18.

[14] Departemen Pendidikan Nasional, Peraturan Mentri Pendidikan Nasional, . . . . . . . . . hal. 18

[15] Asep Herry Hernawan, dan Novi Resmini,Konsep Dasar dan Model-model Pembelajaran Terpadu”, http://repository.ut.ac.id/4039/1/PDGK4205-M1.pdf, (diakses pada tanggal 01 Mei 2018, jam 00:27 WIB) 

1 komentar:

  1. Playtech coin casino | Review | CasinoWow
    Find out everything you need to know about Playtech's coin casino. Playtech 인카지노 has 바카라 one of the largest and best 제왕 카지노 casino games offerings in the world,

    BalasHapus