A. Latar Belakang
Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial. Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep dapat dikatakan sebagai suatu pendekatan belajar mengajar yang melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman bermakna kepada anak didikPendekatan pembelajaran terpadu merupakan salah satu implementasi kurikulum yang diaplikasikan pada jenjang pendidikan.[1]
Pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu
pendekatan pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual
maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip
secara holistik dan otentik.[2]
Pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan
dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam
intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Dengan adanya permaduan itu
diharapkan siswa mampu memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh
sehingga pembelajaran menjadi bermakna. Bermakna disini memberikan arti bahwa
pada pembelajaran terpadu siswa akan dapat memahami konsep-konsep yang meraka
pelajaran melalui pengalaman langsung dan nyata (real) yang menghubungkan
antarkonsep dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Jika
dibandingkan dalam konsep konvensional, maka pembelajaran terpadu tampak lebih
menekankan keterlibatan siswa dalam belajar, sehingga siswa terlibat aktif
dalam proses pembelajaran untuk pembuatan keputusan. Setiap siswa memerlukan
bekal pengetahuan dan kecakapan agar dapat hidup di masyarakat dan bekal ini
diharapkan diperoleh melalui pengalaman belajar di sekolah. Oleh karena itu
pengalaman belajar di sekolah sedapat mungkin memberikan bekal siswa dalam
mencapai kecakapan untuk berkarya. Kecakapan ini disebut kecakapan hidup yang
cakupannya lebih luas dibanding hanya sekedar keterampilan.
Prabowo (2000:3) mengatakan bahwa pembelajaran terpadu
sebagai suatu proses mempunyai beberapa ciri yaitu : berpusat pada siswa
(student centered), proses pembelajaran mengutamakan pemberian pengalaman
langsung, serta pemisahan antar bidang studi tidak terlihat jelas.
Dari beberapa ciri pembelajaran terpadu di atas,
menunjukkan bahwa model pembelajaran terpadu adalah sejalan dengan beberapa
aliran pendidikan modern yaitu termasuk dalam aliran pendidikan progresivisme.
Aliran pendidikan progresivisme memandang pendidikan yang mengutamakan
penyelenggaraan pendidikan di sekolah berpusat pada anak (child centered),
sebagai reaksi terhadap pelaksanaan pendidikan yang masih berpusat pada guru
dan pada bahan ajar. Tujuan utama sekolah adalah untuk meningkatkan kecerdasan
yang meliputi kognitif, afektif, dan psikomotor, serta untuk membuat anak lebih
efektif dalam memecahkan berbagai problem yang disajikan dalam konteks pengalaman
(experience).
Membagi Pembelajaran terpadu menjadi sepuluh model.
Kesepuluh model pembelajaran terpadu tersebut adalah : model fragmented,
model connected, model nested, model sequenced, model shared, model webbed,
model threaded, model integrated, model immersed, dan model networked.[3]
Terkait dengan hal ini, Pemakalah akan membahas pembelajaran terpadu model connected (keterhubungan). Pembelajaran terpadu model connected adalah model pembelajaran yang menghubungkan satu konsep dengan konsep lain, satu topik dengan topik lain, satu keterampilan dengan keterampilan lain, tugas dilakukan pada satu hari dengan tugas yang dilakukan pada hari berikutnya, bahkan ide-ide yang dipelajari pada satu semester dengan ide-ide yang dipelajari pada semester berikutnya dalam satu bidang studi.
A.
Pengertian Pembelajaran Terpadu
Model Connected
A.1. Pengertian Pembelajaran Terpadu
Dalam
bahasa inggris terpadu memakai kata “Integrated” berarti hasil dari
beberapa perpaduan, apapun bentuk yang dipadukan menghasilkan sebuah wajah
baru. Misalnya perpaduan warna merah dipadukan dengan warna kuning akan
menghasilkan warna orange, warna biru dipadukan dengan warna kuning akan
menghasilkan warna hijau, warna merah dipadukan dengan warna biru akan
menghasilkan warna ungu. Warna orange, warna hijau dan warna ungu merupakan
perpaduan beberapa warna inilah yang disebut dengan integrated.
Pembelajaran terpadu memberikan sebuah
pemahaman dari beberapa materi menghasilkan sebuah wajah baru yang disebut
tema, istilah tema yang dikembangkan saat ini terutama dalam pendekatan
kurikukulam 2013 merupakan perpaduan dari beberapa mata pelajaran. Konsep tema
dari perpaduan sebenarnya sudah lama dikembangkan, hanya saja di Indonesia baru
dikembangkannya.[4]
Pembelajaran
terpadu (integrated learning) tidak menghadirkan berbagai mata
pelajaran, tetapi berbagai mata pelajaran dikaitkan dengan topik yang relevan
dengan core centre. Dengan suasana tersebut diharapkan anak sejak dini sudah
terbiasa terlatih mengaitkan informasi yang satu dengan informasi yang lain,
sehingga nantinya dapat menghadapi problem lingkunganny.[5]
Pembelajaran
anak usia dini diharapkan dapat membantu mengembangkan seluruh potensi dan
kemampuan fisik, intelektual, emosional, moral, dan agama secara optimal dalam
lingkungan pendidikan yang kondusif, demokratis, dan kompetitif . Supaya
potensi dan kemampuan-kemampuan tersebut dapat berkembang sesuai tingkat
perkembangannya perlu penerapan pembelajaran terpadu secara benar, kesalahan
penerapan sangat besar pengaruhnya bagi keberhasilan secara optimal.[6]
Dari beberapa definisi diatas mengenai
pembelajaran terpadu, kami menyimpulkan bahwa pembelajaran terpadu adalah suatu model pembelajaran
yang dalam kegiatan pembelajarannya menggabungkan berbagai materi pelajaran
dalam suatu topik tertentu, baik intra studi ataupun antar bidang studi. Dalam
suatu kegiatan pembelajaran, siswa dituntut untuk aktif dan menggali
pengetahuannya sendiri. Siswa diarahkan untuk memandang sebuah masalah dari
sudut pandang yang berbeda, sehingga tercipta jalinan skemata yang membuat
pengetahuan yang diperolehnya menjadi bermakna dan otentik.
A.2. Pengertian Model
Connected
Model connected ini lahir dari adanya gagasan bahwa
sebenarnya dalam setipa mata pelajaran berisi konten yang berkaitan antara
topik dengan topik, konsep dengan konsep dapat dikaitkan secara eksplisit. Satu
mata pelajaran dapat menfokuskan sub-sub yang berkaitan.[7]
Model connected dilandasi oleh anggapan bahwa butir-butir
pembelajaran dapat dipayungkan pada induk mata pelajaran tertentu. Model
pembelajaran terpadu tipe connected atau keterhubungan pada prinsipnya
mengupayakan adanya keterkaitan antara konsep, keterampilan, topik, ide,
kegiatan dalam suatu bidang studi. Model ini tidak melatih siswa untuk melihat
suatu fakta dari berbagai sudut pandang, karena dalam model ini keterkaitan
materi hanya terbatas pada satu bidang studi saja.
Model ini menghubungkan beberapa materi, atau konsep
yang saling berkaitan dalam satu bidang studi. Materi yang terpisah-pisah akan
tetapi mempunyai kaitan, dengan sengaja dihubungkan dan dipadukan dalam sebuah
topik tertentu.[8]
Model
Connected adalah model pembelajaran terpadu yang secara sengaja diusahakan
untuk menghubungkan satu konsep dengan konsep yang lain, satu topik dengan
topik yang lain, satu keterampilan dengan keteramilan yang lain, tugas yang
dilakukan dalam satu hari dengan tugas yang dilakukan pada hari
berikutnya,bahkna ide-ideyang dipelajari pada satu semester berikutnya dalam
satu bidang studi.[9]
Menurut Tim Pengembang PGSD (1996: 14) menyatakan
“model keterhubungan adalah pembelajaran terpadu yang sengaja diusahakan untuk
menghubungkan satu konsep dengan yang lain, satu topik dengan topik yang
lain…”.[10]
Dari penjelasan diatas, dapat kami tarik garis besar,
model connected (keterhubugan) adalah model pembelajaran terpadu yang secara
sengaja diusahakan untuk menghubungkan satu konsep dengan konsep lain, satu
topik dengan topik lain, satu keterampilan dengan keterampilan lain,
tugas-tugas yang dilakukan dalam satu hari dengan tugas-tugas yang dilakukan
dihari berikutnya, bahkan ide-ide yang dipelajari dalam satu semester dengan
ide-ide yang akan dipelajari pada semester berikutnya di dalam satu mata
pelajaran.
B. Kelebihan pembelajaran terpadu model
keterhubungan
Kelebihan
dari model pembelajaran ini adalah peserta didik memperoleh gambaran secara
menyeluruh tentang suatu konsep sehingga transfer pengetahuan akan sangat mudah
karena konsep-konsep pokok dikembangkan terus-menerus. Secara umum proses
pembelajaran sebagai suatu sistem dipengaruhi oleh tiga faktor masukan, yaitu raw
input, instrumen talin put,dan environ mental input. Demikian halnya dengan
pembelajaran terpadu connected, maka sistem itu dapat digunakan.[11]
a. Dengan mengaitkan ide-ide
dalam satu mata pelajaran, siswa memiliki keuntungan gambaran yang besar
seperti halnya suatu mata pelajaran yang terfokus pada satu aspek.
b. Konsep-konsep kunci
dikembangkan siswa secara terus-menerus sehingga terjadi internalisasi.
c. Mengaitkan ide-ide dalam
suatu mata pelajaran memungkinkan siswa mengkaji, mengkonseptualisasi,
memperbaiki, dan mengasimilasi ide secara berangsur-angsur dan memudahkan
transfer atau pemindahan ideide tersebut dalam memecahkan masalah.[12]
d. Dengan adanya hubunngan atau
kaitan antara gagasan didalam satu bidang studi, peserta didik mempunyai
gambaran yang lebih komprehensif dari beberapa aspek tertentu mereka pelajari
secara lebih mendalam.
e. Mengkaitkan sejumlah sasaran
di dalam satu bidang memungkinkan peserta didik untuk mengkonseptualisasikan
kembali dan mengasimilasi gagasan secara bertahap.[13]
C. Kelemahan model pembelajaran
connected
Disamping
mempunyai kelebihan, model terhubung ini juga mempunyai
Kekurangan sebagai berikut:
a. tidak mendorong guru untuk bekerja secara
tim,sehingga isi dari pelajaran tetap saja terfokus tanpa merentangkan
konsep-konsep serta ide-ide antar bidang studi,
b. memadukan ide-ide dalam satu bidang studi, maka
usaha untuk mengembangkan keterhubungan antar bidang studi menjadi terabaikan.
c. model ini belum memberikan gambaran yang
menyeluruh karena belum menggabungkan bidang-bidang pengembangan/ matapelajaran
lain.
d. Bagi siswa yang mempunyai kemampuan yang
rendah, maka akan sedikit kesulitan dalam mengkaji, mengkonseptualisasi, memperbaiki,
serta mengasimilasi ide-ide secara terus menerus.
e. Dalam mengolah suatu pengetahuan, tidak jarang
siswa merasa kesulitan untuk memadukan topik- topik, konsep- konsep, maupun
ide- ide dalam satu mata pelajaran, walaupun guru sudah berusaha memadukannya
sesuai dengan karakteristik disiplin ilmu.[14]
f. Berbagai mata pelajaran di
dalam model ini tetap terpisah dan nampak tidak terkait, walaupun hubungan
dibuat secara eksplisit antara mata pelajaran (interdisiplin).
g. Guru tidak didorong untuk
bekerja secara bersama-sama sehingga isi pelajaran tetap terfokus tanpa
merentangkan konsep-konsep dan ide-ide antara mata pelajaran.
h. Usaha-usaha yang terkonsentrasi untuk mengintregrasikan ide-ide dalam suatu mata pelajaran dapat mengabaikan kesempatan untuk mengembangkan hubungan yang lebih global dengan mata pelajaran lain.[15]
D. Langkah-Langkah (Sintaks) Model Connected
Pada
dasarnya langkah- langkah pembelajaran terpadu model keterhubungan mengikuti
tahap- tahap pembelajaran yang sudah biasa, yaitu tahap perencanaan, tahap
pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Oleh karena itu, sintaks model pembelajaran
ini bisa direduksi dari berbagai model pembelajaran. Dengan demikian, sintaks
pembelajaran terpadu bersifat fleksibel dan luwes. Karena dalam pembelajaran terpadu,
sintaksnya dapat diakomodasi dari berbagai model pembelajaran.
1.
Tahap
Perencanaan
a. Menentukan tujuan pembelajaran umum
b. Menentukan tujuan pembelajaran khusus
2.
Langkah-
langkah yang ditempuh oleh guru
b. Menyampaikan konsep pendukung yang harus
dikuasai siswa (materi prasyarat)
c. Menyampaikan konsep- konsep yang hendak
dikuasai oleh siswa
d. Menyampaikan keterampilan proses yang dapat dikembangkan
e. Menyampaikan alat dan bahan yang akan digunakan/
dibutuhkan
f. Menyampaikan pertanyaan kunci
3.
Tahap
Pelaksanaan
a. Pengelolaan kelas; dengan membagi kelas kedalam
beberapa kelompok
b. Kegiatan proses
c. Kegiatan pencatatan data
d. Diskusi secara klasikal
4.
Evaluasi
a. Evaluasi proses,berupa:
·
Ketetapan
hasil pengamatan
·
Ketepatan
dalam penyusunan alat dan bahan
·
Ketepatan
siswa saat menganalisis data
b. Evaluasi produk:
·
penguasaan
siswa terhadap konsep-konsep /materi sesuai dengan tujuan pembelajaran khusus yang
telah ditetapkan.
· Evaluasi psikomotor, kemampuan penguasaan siswa terhadap penggunaan alat ukur
[1]
Trianto, Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek, (Jakarta:
Prestasi Pustaka, 2007), hlm. 06.
[2] Puskur
Balitbang Depdiknas, Panduan Pengembangan Pembelajaran, (Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 2006), hlm
01.
[3] Fogarty, R. How to Integrate the
Curricula, (Pallatine Illionis: IRI/ Skylight Publising Inc.1991), hlm.
61-65.
[4] Trianto, Model Pembelajaran Terpadu. Konsep
Strategi dan Implementasinya dalam KTSP, (Jakarta: Bumi Aksara.2014), hlm.
07.
[5] Conny R. Semiawan, Belajar dan Pembelajaran Dalam Taraf
Usia Dini, (Jakarta: PT Prehallindo. 2002), hlm. 74.
[6] Balitbang, Kurikulum dan Hasil Belajar Pendidikan Anak
Usia Dini, (Jakarta :Depdiknas.2006), hlm. 02.
[7]Novi Resmini Hermawan, dan Andayani, Pembelajaran Terpadu Di SD, (Jakarta:Universitas
Terbuka.2009), hlm. 11
[8] Udin
Syaefuddin Sa’ud, Inovasi Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2009), hlm. 117.
[9] Trianto, Model Pembelajaran terpadu, (Surabaya:Bumi Aksara. 2010), hal. 15
[10] http://eprints.uny.ac.id/7744/3/bab%202%20-%2008108244161.pdf (diakses pada tanggal 01 Mei 2018,
jam 00:07 WIB)
[11] Wina Sanjana. Kurikulum
dan Pembelajaran, (Bandung: Kencana. 2008), hal. 01
[12] Asep Herry Hernawan, dan Novi Resmini, “Konsep Dasar
dan Model-model Pembelajaran Terpadu”, http://repository.ut.ac.id/4039/1/PDGK4205-M1.pdf, (diakses pada tanggal 01 Mei 2018, jam 00:27 WIB)
[13] Departemen Pendidikan Nasional, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional,
(Jakarta: Depdiknas. 2008), hlm. 18.
[14]
Departemen Pendidikan Nasional, Peraturan
Mentri Pendidikan Nasional, . . . . . . . . . hal. 18
[15] Asep Herry Hernawan, dan Novi Resmini, “Konsep Dasar
dan Model-model Pembelajaran Terpadu”, http://repository.ut.ac.id/4039/1/PDGK4205-M1.pdf, (diakses pada tanggal 01 Mei 2018, jam 00:27 WIB)








Playtech coin casino | Review | CasinoWow
BalasHapusFind out everything you need to know about Playtech's coin casino. Playtech 인카지노 has 바카라 one of the largest and best 제왕 카지노 casino games offerings in the world,